Saturday, March 6, 2010

Kecintaan dalam Keprofesian

KEPROFESIAN
( Inspiring )


Kedekatan antara keahlian, keprofesian dan bisnis yang hampir dimiliki setiap insan desainer atau seniman adalah senjata dan potensi peluang usaha yang bersifat kemandirian dengan rentang waktu jangka panjang. Hampir kebanyakan mereka yang telah menjalankan dalam lingkup kategori usaha kecil dan menengah bidang "jasa atau produk kreatif" telah banyak menuai hasil. Dari beberapa representatif yang dianggap cukup konsisten dan komitmen atas usaha yang di jalankannya mereka telah dapat memberikan nilai kebermanfaatan baik bagi individu maupun dalam kelompok besar yang di sebut masyarakat.

Sejalan dengan pertumbuhan dan kemajuan teknologi serta percepatan berkembangnya ilmu dan pengetahuan maka para insan atau kelompok kreatif itu dapat bertahan bahkan jauh lebih maju. Hampir kebanyakan dari berbagai implementatif produk maupun jasa dalam bisnis memerlukan pencapaian promosi dalam kontek marketing, maka banyak hal yang perlu di komunikasikan kepada konsumen, bisa saja dalam wujud verbal maupun visual atau kombinasi keduanya dengan menambahkan unsur suara. Mensiasati implementasi itu maka peranan keprofesian dalam bidang kreatif dapat terlibat di dalamnya.

Secara umum sebut saja setiap bentuk keahlian dalam keprofesian adalah "senjata ketahanan diri" bagi setiap insan yang mana akan menjadi bahan dasar siap olah dan siap di kembangkan secara permanen dalam rentang waktu panjang. Maka tidak perlu jauh memandang dimana keberhasilan seseorang sebetulnya adalah kedekatan dan kecintaan terhadap keahlian keprofesian yang telah di anugerahkan serta di milikinya.

Bagaimana kita bersikap memahami dan mengembangkan kemampuan keahlian pribadi adalah bagian dari seni berbisnis dalam mencapai tujuan dan harapan. Setiap keprofesian bersikap hampir sama yaitu bagaimana setiap kompetensinya dapat bermanfaat bagi orang banyak. Sementara masyarakat kita juga sama masih banyak memerlukan bantuan pemikiran dari setiap keprofesian, termasuk dalam berbagai sektor baik kebutuhan yang bersifat jasa maupun barang. 


Sekalipun sudah banyaknya lembaga pendidikan formal tetap kebutuhan implementasi keprofesian masih terasa kurang. Sebut saja salah satu contoh,  dengan maraknya usaha media jejaring seperti warnet kenyataannya masih banyak juga masyarakat kita yang belum tahu tentang menggunakan dan manfaat lebih tentang media itu. Bagaimana mengoptimalkan media jejaring dapat ditangkap sebagai peluang usaha yang dapat di bidani oleh seseorang yang mempunyai sikap keahlian dengan cara memaksimalkan keprofesian yang di punyai bagi masyarakat banyak. 


Bisa saja keprofesian seseorang di sulap dengan cara otodidak dengan motivasi yang cukup tinggi meraih impian dan harapan, dan terbukti banyak juga yang telah berhasil dengan cara seperti itu. Keprofesian itu seperti halnya mengolah dasar-dasar talenta dan kamauan tinggi yang dimiliki seseorang yang mendapatkan suatu peluang dan konsekuensi resiko yang dapat di buat solusi. Keprofesian itu juga adalah "kemampuan kepunyaan diri" yang telah dimiliki seseorang secara permanen. Yang perlu di aktualisasikan adalah bagaimana dapat membuka kanal informasi sehingga kemampuan kepunyaan diri sendiri tersebut dapat tumbuh dengan baik.   - (bersambung) 

De Maulana Anggakarti | Line 081 8090 9896 0 | www.greengraphicbiz.blogspot.com

BERJIWA WIRAUSAHA

BERJIWA WIRAUSAHA
( Salinan dari sumber aslinya ) 
 
Setiap hari dalam kegiatan bisnis kita melakukan usaha/ melakukan kegiatan entrepreneurship untuk mendapatkan keuntungan tentunya. Tapi sebelumnya tentu kita perlu tahu tentang artinya entrepreneurship.
 
Definisi Entrepreneurship ?
Banyak definisi yang telah dikembangkan oleh berbagai kepakaran silahkan para mahasiswa memilih dan mempelajari dari berbagai referensi dan atau bahan bacaan tentang definisi tersebut.
Yang perlu dicermati dari setiap definisi adalah adanya relevansi dengan konteks usaha yang sudah, sedang dan atau akan berjalan. Biasakan mempunyai sifat analitis dalam mencermati setiap definitif tersebut sehingga kita dapat memahami dan memaknai dari setiap maksud dan tujuannya.
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu nilai yang berbeda dengan mencurahkan waktu dan upaya yang diperlukan, memikul risiko-risiko finansial, psikis dan sosial yang menyertai, serta menerima penghargaan /imbalan moneter dan kepuasan pribadi.
 
Menurut Para Ahli :
Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .
Thomas W Zimmerer
Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.
Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
Robbin & Coulter
Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.
Dari definisi tentang Entrepreneurship diatas terdapat 3 tema penting yang dapat di identifikasi:
1. the pursue of opportunities ,
2. innovation,
3. growth.
 
Penjelasannya :
1. pursuit of opportunities
(entrepreneurship adalah berkenaan dengan mengejar kecenderungan dan perubahan-perubahan lingkungan yang orang lain tidak melihat dan memperhatikannya).
2. innovation
(entrepreneurship mencakup perubahan perombakan, pergantian bentuk, dan memperkenalkan pendekatan-pendekatan baru. Yaitu produk baru atau cara baru dalam melakukan bisnis).
3. growth
(Pasca entrepreneur mengejar pertumbuhan, mereka tidak puas dengan tetap kecil atau tetap dengan ukuran yang sama.
Entrepreneur menginginkan bisnisnya tumbuh dan bekerja keras untuk meraih pertumbuhan sambil secara berkelanjutan mencari kecenderungan dan terus melakukan innovasi produk dan pendekatan baru .
Istilah kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.

Friday, March 5, 2010

MODEL BISNIS ONLINE

Membuat Model Bisnis Online


Meisia Chandra - Online Media Consultant, Executive Director of PortalHR.com
Membuat model bisnis online adalah menjawab pertanyaan “dari mana datangnya uang.” Saat ini, seiring dengan berkembang pesatnya media Internet, model bisnis online pun semakin beragam dan inovatif. Secara sederhana, ada tiga model utama bisnis online:


1. E-Commerce Model : menjual sesuatu di website.
2. Content-Rich Model: memberikan content yang kaya kepada user secara gratis dan mendapatkan income dari iklan.
3. Membership/Subscription Model: user harus membayar untuk dapat membaca/melihat content.
Ketiga model ini adalah pembagian yang paling mendasar. Variasi yang beragam dapat dikembangkan dari ketiga model ini.


Pembagian yang lebih kompleks dapat dilihat seperti di bawah ini:
1. Online Learning marketplaces: sebuah ruang maya yang menghubungkan guru dengan murid di luar setting tradisional (di sekolah atau universitas). Pengajar independent dapat memberikan kelas secara online dalam berbagai format, atau menjual materi pelajarannya. Murid membayar untuk mendapatkan pelajaran secara online. Contoh: WiziQ dan Moontoast.
2. Subscription: User membayar biaya berlangganan untuk mengakses data atau content. Cara berlangganan dan besarnya biaya bervariasi sesuai dengan layanan yang didapatkan. Contoh: Pandora dan Last.fm
3. Freemium: Model ini memberikan sejumlah layanan mendasar secara gratis, kemudian untuk layanan premium dan khusus user harus membayar. Contoh: Flickr dan Skype.
4. Fund-raising: situs-situs web tertentu yang memang dibikin untuk mengumpulkan uang dengan meminta sumbangan dari individual, bisnis, yayasan amal, atau pemerintah. Contoh: FundRaising dan Giftsprings.
5. Donation: Donasi diberikan oleh user yang menjadi pengunjung setia situs web sesuai dengan kemampuan dan keiklasannya. Contoh: OpenOffice dan Mozilla Foundation.
6. Re-sale/Re-use: user dapat menampilkan karyanya serta menjual karyanya pada web ini. Contoh: Deviantart dan ClipSyndicate
7. Re-sale of Physical goods: Model bisnis ini memungkinkan resaler tidak perlu menyimpan stock barang, tetapi hanya meneruskan pesanan konsumen kepada manufaktur atau wholesaler, yang akan mengirimkan pesanan kepada konsumen. Pemilik situs ini dapat menaikkan harga dan mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga itu tanpa perlu khawatir tentang stok barang, masalah pembayaran dan pengiriman. Contoh: Amazon Associates dan Doba.
8. Merchandising: Menjual benda-benda atau image dari sebuah produk/layanan yang digunakan untuk mempromosikan produk yang lain, yang tidak selalu berhubungan. Contoh: CafePress dan Zazzle.
9. Benda Virtual: Layanan yang tidak dapat dijual di dunia nyata tetapi hanya ada di dunia maya. Keuntungan diperoleh dari transaksi yang dilakukan dalam mata uang virtual (seperti “linden dollars” dalam Second Life) yang dapat dikonversikan ke dalam mata uang yang sebenarnya. Contoh: Second Life dan Kinset.
10. Produk Informasi: Produk-produk berisi informasi seperti e-book, audio book, materi kursus, dan data-data lain yang dapat dijual secara online dan di-download langsung setelah melakukan pembayaran. Contoh: Lulu dan CreateSpace.
11. Software Layanan: Layanan online berbasis web yang dapat digunakan dengan bayaran tertentu. Contoh: GoToMeeting dan WebEx.
12. Link Selling: Situs-situs web yang memiliki ranking tinggi di Google dapat menjual link berbasis teks kepada situs lain yang hendak meningkatkan rangking pencariannya di Google. (Hal ini tidak direkomendasikan dan dapat mendapatkan hukuman dari Google). Contoh: LinkAdage dan Text Link Ads.
13. Referral Leads: Sistem rekomendasi online di mana pemasang iklan membayar untuk mendapatkan lead yang berkualitas. Contoh: Sprint dan USA 2 Referreal.
14. Event: Pendaftaran online untuk event seminar, workshop, conference. Contoh: Eventbrite dan TicketLeap.
15. Broker Informasi: Situs web bertindak sebagai broker informasi antara yang membutuhkan informasi dengan yang menyediakannya. Biasanya, situs web mendapatkan bayaran dari penyedia informasi, sedangkan pencari informasi dapat mengakses informasi secara gratis. Contoh: JobCoin dan Craigslist.
16. Product Placement: Yang dimaksud adalah salah satu jenis iklan, di mana barang atau jasa ditempatkan dalam sebuah konteks yang bukan iklan, seperti dalam sebuah film, acara televise, dan program berita. Kini product placement seperti ini juga dapat ditemukan dalam web. Contoh: Brandfame dan PlaceMyProduct.
17. Konten Berbayar: Penulis/Editor dibayar untuk menulis review dan artikel tentang produk tertentu. Contoh: PayPerPost dan SponsoredReviews.
18. Lisensi konten dan Redistribusi: Layanan lisensi konten yang memberikan bayaran kepada para publisher web bila content mereka dipublikasikan atau diredistribusikan oleh orang lain. Contoh: Mochila dan BlogBurst.
19. Bangun & amp; Jual: membangun sebuah situs web, sebuah layanan atau aplikasi tanpa memiliki model bisnis yang jelas. Begitu situs web tersebut mendapat cukup banyak pengunjung, nama, atau komunitas yang besar, dia dijual kepada perusahaan besar yang dapat mengubah potensinya menjadi uang. Contoh: YouTube dan MySpace.

Selain model-model di atas, masih banyak lagi variasi yang inovatif yang mungkin belum terdata. Dari daftar di atas saja dapat memberikan ide, banyak yang dapat dilakukan dengan media internet. Anda mungkin dapat menjadi penemu bisnis model baru yang belum pernah terpikirkan. Justru model bisnis yang unik yang biasanya akan berhasil. Tidak perlu yang ribet, biasanya model bisnis yang paling sederhana juga adalah yang paling baik.
Dan bila Anda belum tahu model bisnis yang terbaik buat situs web Anda (baca: tidak dapat menjawab pertanyaan dari mana datangnya uang), jangan kuatir, karena model bisnis adalah sesuatu yang dapat berevolusi juga sesuai dengan perkembangan pasar.
Pilihan Anda juga tidak terbatas pada daftar di atas saja. Anda juga dapat mempunyai tujuan lain selain uang, misalnya ketenaran, perhatian, menolong sesama, penyaluran hobby, dan reward non-financial lainnya.
Setelah menjawab pertanyaan “dari mana datangnya uang,” pertanyaan selanjutnya adalah, “bagaimana cara mendapatkan uang.”

De Maulana Anggakarti | Line 081 8090 9896 0 | www.greengraphicbiz.blogspot.com
Reblog this post [with Zemanta]

MENGELOLA USAHA KECIL

STRATEGI MENGELOLA PERUSAHAAN KECIL


Dalam Buku yang berjudul “Pedoman Mengelola Perusahaan Kecil” Karya Singgih Wibowo dkk, Tidak disebutkan secara jelas tentang definisi Kewirausahaan, Wiraswasta, Entrepreneurship ataupun Wirausaha tetapi secara garis besar buku ini menjelaskan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang mampu membangun, mengelola dan menyiapkan kader untuk kelangsungan usahanya. 


Pengorganisasian
Sewaktu perusahaan kecil masih kecil, umumnya hanya dikelola sendiri oleh pemiliknya yang kadang kala dibantu anggota keluarga. Mungkin dibantu pula oleh beberapa tenaga pembantu, tetapi tidak jelas apa status dan tugasnya, sampai dimana wewenang dan tanggung jawabnya. Mereka mengerjakan segalanya, bahkan sampai urusan rumah tangga. Kemudian meningkat lagi, pemilik dibantu beberapa tenaga tetap dan tenaga lepas. Namun jika ditanyakan tentang susunan organisasi, batas wewenang, sistem penggajian dan lain – lain yang menyangkut keorganisasian biasanya tidak dapat dijawab. Keadaan semacam ini sering pula terjadi pada perusahaan kecil yang sudah berbadan hukum CV, Firma, dan PT.
Kesemrawutan seperti inilah yang dapat menjadi pangkal ketidak berhasilan perushaan kecil. Dan jika dibiarkan berlarut – larut, dapat berakibat parah. Perusahaan kecil sebaiknya sejak awal sudah mengenal dan menerapkan prinsip keorganisasian. Karena pada dasarnya, setiap organisasi betapa kecilnya, termasuk perusahaan kecil, harus menjalankan prinsip keorganisasian. Tidak perlu njelimet, cukup yang sederhna dan luwes agar mudah dilakukan penyesuaian dengan keadaan yang baru. Yang penting, orang dalam organisasi harus tau apa tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing – masing.


Prinsip – Prinsip Organisasi
Pada dasarnya, prinsip utama organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja bersama – sama mencapai sasaran / tujuan. Untuk keperluan usaha prinsip kerjasama itu masih dapat diperinci lagi sehingga seluruh prinsip organisasi adalah :
Prinsip sasaran atau tujuan
Prinsip pengelompokan dan bagian kerja
Prinsip pendelegasian kewenangan
Prinsip tentang kendali
Prinsip kesederhanaan
Prinsip koordinasi
Kesatuan perintah dan tanggung jawab
Prinsip karyawan
Personalia


De Maulana Anggakarti | Line 081 8090 9896 0 | www.greengraphicbiz.blogspot.com

Fenomena | Mirrow | Duplicate

GREENGRAPHIC SHORTCUT

Share Informations Graphic Design, Multimedia and Web Log | New Media | Networking | Edukasi | Profesi | Forum | Bisnis | Komunitas Visual | Kreatif | Bandung, Jawa Barat-Indonesia